Beberapa pekan terakhir –seiring tewasnya enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) di tangan polisi dan penahanan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS)– publik ramai membicara keadilan hukum.
Bagaimana, sih, keadilan itu? Nah, cerita di Fakultas Hukum Univertas Harvard, Amerika Serikat (AS), menjawabnya.
Sebelum lebih jauh, Harvard adalah salah satu universitas terbaik dunia dalam berbagai disiplin keilmuan. Reputasinya cemerlang sejak ratusan tahun lalu.
Fakultas Hukum perguruan tinggi ini tak salah disebut terbaik dunia. Banyak petinggi dunia jebolan fakultas ini, termasuk mantan Presiden AS Barack Obama.
Universitas Harvard didirikan di Cambridge, Massachusetts, pada 1636. Ia institusi pendidikan tinggi tertua di AS. Pada 2019, fakultas hukumnya menduduki peringkat pertama secara internasional, menurut situs web pemeringkatan global Top University.
Kembali ke soal di atas, pada medio Januari 2013, Universitas Harvard memajang tiga petikan konsep keadilan di pintu masuh gedung utama fakultas hukumnya saat menggelar pameran Words of Justice. Pertama, pemikiran Agustino Hippo. Kedua, Magna Carta. Ketiga ayat Al-Qur’an. Ya, dari Kitab Suci umat Islam.
Petikan Al-Qur’an itu Surat An-Nisa 4: 135, sebagai berikut:
“Hai orang-orang yang beriman, teguhlah berdiri teguh dalam keadilan, bersaksi bagi Allah, meskipun itu bertentangan dengan dirimu atau orang tua dan saudara. Apakah seseorang kaya atau miskin, Allah lebih menghargai keduanya. Jadi jangan ikuti kecenderungan [pribadi], jangan sampai kamu tidak adil. Dan jika Anda memutarbalikkan [kesaksian Anda] atau menolak [memberikannya], maka sesungguhnya Allah selalu, dengan apa yang Anda lakukan, Maha Kuasa.”

Martha Minow, sang dekan Fakultas Hukum, lansir moroccoworldnews.com, mengatakan, “Kata-kata di dinding menegaskan kekuatan gagasan keadilan. Ia memberikan kesaksian tentang kerinduan umat manusia akan keadilan dan martabat melalui hukum.”
Ayat Al-Qur’an sendiri mengeksplorasi universalitas keadilan dan kekuatan kebenaran.
Sementara kurator pameran menulis di situs resminya, “Dalam ayat ini, Al-Qur’an membahas pentingnya kebenaran dalam kesaksian.”
Tiga kutipan yang dipilih menghiasi gerbang gedung Fakultas Hukum Universitas Harvard tersebut berasal dari 150 kontribusi yang dibuat dosen dan mahasiswa.
Seorang mahasiswa Harvard asal Arab Saudi bernama Abdullah Jumma membagikan berita tersebut di akun Twitternya yang dilengkapi foto pintu masuk Fakultas Hukum.
“Saya melihat bahwa ayat itu dipajang oleh Fakultas Hukum, yang menggambarkannya sebagai salah satu ekspresi keadilan terbesar dalam sejarah,” ujar Jumma. []GOOD INDONESIA-ALY
Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV
INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: [email protected]










